Berikan Kesempatan Kepada Anak Asli Daerah Alor Sebagai Representasi Politik Pada Pemilu 2024
Opini oleh: Eka Blegur
Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus memainkan peran sentralisasi dalam panggung politik regional menuju Pilkada NTT 2024. Namun tidak bisa dipungkiri kekecewaan dan penyesalan sering muncul karena meski menjadi salah satu daerah yang basis pemilih terbanyak di wilayahnya, belum pernah ada Kader sebagai perwakilan dari Kabupaten Alor yang duduk di Gedung Putih NTT. Isu ini membuka ruang diskursus tentang potensi para tokoh-tokoh dan Politisi asal Alor yang harus siap bertarung dalam memasuki bursa Pilkada 2024. Namun tentu pertanyaan utama yang selalu muncul dibenak adalah apakah Jhoni Asadoma memiliki peluang menang dan kerja nyata untuk mengamankan posisinya dan duduk di Gedung NTT sebagai Wakil Gubernur?
apakah masyarakat kabupaten Alor sadar akan menggunakan hak pilih mereka untuk memilih anak daerahnya sendiri yakni Jhoni Asadoma sebagai Wakil Gubernur mendampingi Melkiades Laka Lena Calon Gubernur NTT? setidaknya ini menjadi pertanyaan refleksi bagi kita semua.
Sebagian pihak menyatakan bahwa belum ada kader dari Kabupaten Alor yang dinilai memiliki Peluang maju untuk bertahan di panggung politik Provinsi NTT. Namun, sorotan juga tertuju pada nasib anak- anak asli daerah Alor yang berjuang sebagai Calon Gubernur maupun Wakil Gubernur NTT, Kali ini Sosok atau Figur Jhoni Asadoma yang akan maju sebagai Calon Wakil Gubernur mendampingi Melkiades Laka Lena Sebagai Calon Gubernur NTT, Kehadiran mereka meskipun belum memperoleh posisi tersebut sebelumnya, namun bahwa ada semacam mencerminkan semangat serta tekad untuk mewakili daerahnya di level tingkat provinsi. Meski terdapat dinamika politik tantangan yang amat besar, partisipasi mereka memberikan harapan akan representasi yang lebih adil dan inklusif bagi Kabupaten Alor di panggung perpolitikan berskala Provinsi.
Dalam dinamika perpolitikan yang makin memanas ini, mempromosikan seseorang dari daerah tertentu ke kursi Gubernur maupun Wakil Gubernur NTT bukanlah hal yang gampang atau mudah. Namun, dukungan perlu terus- menerus digaungkan terhadap partisipasi mereka yang menjadi kunci untuk memastikan suara dan aspirasi masyarakat Kabupaten Alor terdengar di tingkat provinsi maupun nasional. maka perlu diingat bahwa Pilkada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi momentum Refleksi titik balik serta Evaluasi dan penting bagi Kabupaten Alor untuk merevolusi politiknya di Pilkada NTT tahun 2024.
Hanya bermodalkan Keberanian dan semangat Jhoni Asadoma yang maju Sebagai Calon Wakil Gubernur NTT, ini menandakan ada semacam pesan para leluhur bahwa representatif politik yang adil harus menjadi tujuan bersama, bukan hanya untuk Kabupaten Alor khususnya, akan tetapi juga untuk membangun fondasi dan tiang demokrasi yang lebih kuat di Kabupaten Alor, Provinsi NTT, Indonesia pada umumnya.