Rocky gerung : Hoax bukan suatu kejahatan
"di awal diterangkan bahwa hoax itu bukan kejahatan, karena dia punya fungsi untuk memancing opini publik, terutama dinegara yang tersumbat kanal infomasi, dibikin hoax saja. lain kalau terbuka, gak ada yang bikin hoax,jadi kenapa hoax muncul karena informasinya tertutup", ujar rocky dalam sidang sebagai saksi ahli filsafat. 

Penjelasan : 
Pandangan yang membenarkan atau menerima penyebaran hoax sebagai strategi yang dapat dibenarkan dalam situasi tertentu disebut sebagai teori instrumentalisme. Menurut pandangan ini, bahasa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu, dan kebenaran atau kebenaran faktual tidak selalu menjadi fokus utama. Dalam konteks penyebaran hoax, teori ini dapat menganggap bahwa akhir yang diinginkan (yaitu, mengungkapkan informasi yang disembunyikan) dapat membenarkan tindakan yang tidak etis atau amoral (yaitu, menyebarkan informasi palsu).
Namun, teori instrumentalisme ini tidak dipegang oleh semua filosof bahasa. Ada pandangan yang berpendapat bahwa bahasa harus digunakan secara etis dan bertanggung jawab, dan penyebaran informasi palsu atau hoax tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Pandangan semacam ini dapat ditemukan dalam teori pragmatisme, yang menekankan pada pentingnya bahasa sebagai alat untuk mencapai pemahaman dan koordinasi sosial yang baik.

Namun bagaimana jika ada di negara otoriter?
dalam negara otoriter, penguasa atau rezim yang berkuasa dapat menggunakan penyebaran hoax sebagai alat untuk mengontrol opini publik. penyebaran hoax dapat digunakan sebagai alat untuk memanipulasi opini publik dan menghindari tanggung jawab atas tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi. Selain itu, penyebaran hoax dapat merugikan masyarakat dan menghambat perkembangan sosial dan ekonomi negara.

Bagaimana Penguasa Otoriter Memanfaatkan kekuasaannya?
Dalam negara otoriter, penguasa atau rezim yang berkuasa dapat memiliki kendali penuh terhadap media massa dan akses informasi. Dalam situasi seperti ini, penguasa dapat memanfaatkan penyebaran hoax sebagai alat untuk memperkuat posisinya dan mempengaruhi opini publik.
Penguasa dapat menciptakan berita palsu atau mengubah fakta-fakta menjadi sesuatu yang berbeda untuk mempengaruhi pandangan masyarakat. Penguasa juga dapat mengatur dan membatasi akses informasi yang diperoleh masyarakat, sehingga masyarakat lebih cenderung menerima berita palsu dan tidak memiliki sumber alternatif untuk mengecek kebenaran berita tersebut.
Dalam konteks ini, Rocky Gerung mungkin berpendapat bahwa penguasa menjadi pembuat berita hoax terbaik karena memiliki akses ke sumber daya dan kendali atas media massa dan informasi. Namun, pandangan semacam ini tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan atau menerima penyebaran hoax sebagai strategi yang dapat dibenarkan dalam konteks apapun.

Dimana Hoax baik diterapkan?
Penggunaan hoax sebagai alat untuk memancing opini publik atau menciptakan kesadaran sosial mungkin dapat dilakukan dalam situasi tertentu, seperti dalam negara yang tertutup dan terbatas akses informasinya. Namun, hal itu tidak dapat menjadi alasan untuk membenarkan atau menerima penyebaran hoax sebagai strategi yang dapat dibenarkan dalam situasi apapun.
Penyebaran hoax dapat merugikan masyarakat, mengacaukan proses demokrasi, dan mengancam kebebasan pers dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa informasi yang disebarkan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menghargai etika dalam penyebarannya.

Simpulan : Simpulan yang tepat dari pandangan Rocky Gerung adalah bahwa hoax bukan suatu kejahatan karena dapat digunakan untuk memancing opini publik, terutama di negara yang tersumbat kanal informasi. Namun, pandangan ini tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan atau menerima penyebaran hoax sebagai strategi yang dapat dibenarkan dalam situasi apapun. Dalam konteks negara otoriter, penyebaran hoax dapat dimanfaatkan oleh penguasa atau rezim yang berkuasa untuk memperkuat posisinya dan mengontrol opini publik. Oleh karena itu, masih penting untuk memperjuangkan keterbukaan dan transparansi dalam sistem informasi, serta menghargai etika dalam penyebaran informasi. Penyebaran hoax sebagai strategi yang dapat dibenarkan sangat subyektif dan tak banyak orang yang mungkin menerimanya, dan upaya harus terus dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang disebarkan adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Postingan populer dari blog ini

Resolusi Konflik dalam perspektif Psikologi Lintas Budaya serta Kearifan Lokal sebagai Basis Komunikasi Pemerintah dalam Penyelesaian Konflik Sosial dan Komunal

Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran

Klaim Aliran Rasionalisme