Gubernur Pontius Pilatus Versi Gubernur Ganjar Pranowo.


 Pilatus adalah Prefek (atau gubernur) ke-5 dari Provinsi Iudaea Kekaisaran Romawi, menjabat tahun 26–36 M, pada zaman kaisar Tiberius.
 Dialah yang mewakili pemerintah Romawi di Yerusalem untuk mengadili Yesus Kristus yang ditangkap di Taman Getsemani. Setelah menyelidiki perkara Yesus, Pilatus mengakui bahwa ia tidak menemukan kesalahan apapun padanya. Namun Pilatus tidak mampu untuk membebaskan Yesus begitu saja, bahkan sebaliknya ia tunduk pada keinginan massa untuk menyalibkan Yesus. 
Dan lalu memilih " Mencuci Tangan".             

Mengapa Pilatus mencuci tangannya?

" Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh  tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"

Apa keputusan Pilatus kepada Yesus?

Dan akhirnya Pilatus pun menjatuhkan hukuman salib untuk Jesus Kristus, lalu sebagai gantinya ia membebaskan penjahat/penyamun bernama Barabas.

Mengapa Pilatus menyerahkan Yesus untuk disalibkan meskipun ia tidak menemukan kesalahan apapun pada dirinya?

karena dia takut rakyat nya atau rakyat yang tidak suka dengan Tuhan Yesus menurunkan jabatan nya karena Pilatus adalah raja kaisar Romawi pada saat zaman itu

Lalu Apa yang terjadi pada Pilatus?

Pilatus terpaksa mengaku bahwa dia telah menyalibkan Yesus, dan dia dijebloskan ke dalam penjara dan bunuh diri. Daratan dan lautan menolak tubuhnya, dan tubuh ini berulang-ulang dilemparkan ke atas, dan akhirnya tenggelam di sebuah kolam di Lucerne, di bawah bayangan Gunung Pilatus.


Lalu bagaimana dengan sikap Penolakan Keikutsertaannya Bangsa Israel Dalam Dunia Sepak Bola UU-20 Yang Awalnya Indonesia Sebagai Tuan Rumah kemudian ditolak Oleh Megawati Soekarnoputri Selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) beserta Gubernur  Provinsi Jawa Tengah  Ganjar Pranowo, Sebagian Rakyat Indonesia dan Pihak Lainnya? Di bawah Kepemimpinan Kepemerintahan Presiden Republik Indonesia Ir. H,Jokowi Dodo.


Kemudian Yang Menariknya ialah Seorang Gubernur Ganjar Pranowo yang
 Ketika Ia melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan Antar Umat (Massa) lalu ia meneruskan perintah, keputusan ketua Umum PDI-P, yang seyogianya Gubernur Tunduk Pada Perintah atau Keputusan Ketua Umum PDI-P, bersamaan dengan melekat  pada dirinya Jabatan Sebagai Seorang Gubernur Provinsi Jawa tengah, Lalu menimbulkan Kegaduhan, Konflik Antar Umat, setelah pasca Penolakan lalu FIFA menyatakan Sikap dan memutuskan untuk Indonesia tidak lagi sebagai Tuan Rumah Sepak Bola UU-20, lalu menjelang beberapa hari  Gubernur Ganjar Pranowo mengeluarkan Statement di hadapan Khalayak (Publik) dan berkata: "Aku Minta Maaf, Seolah merasa  bersalah dihadapan Rakyat Indonesia ibarat mencuci tangan dan berpura-pura menyesal. 


Sedikit Catatan Sejarah Sebelum Penolakan Kedatangan Timnas U-20 Israel ke Piala Dunia U-20 Indonesia.


Alasan dari Gubernur Bali, Gubernur Jateng , dan ormas-ormas Islam melarang Timnas U-20 Israel berlaga di Indonesia adalah Undang-Udang Dasar 45 yang mengatakan: Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.  

Kawan-kawan benarkah Israel menjajah Palestina? Sebelum saya menjelaskan hal tersebut sebaik kita mengetahui terlebih dahulu sebutan Israel. Sebutan Israel adalah nama lain dari nabi Yakub. Zaman dulu keluarga dari pada Yakub mereka hidup di tanah Kanaan. Berangkat dari nama Yakub itu, dari nama nabi kemudian oleh keturunannya dijadikan nama Negara Israel.

Saudara, banyak orang yang tidak mengetahui sejarah Israel secara utuh karena mereka tidak pernah membaca Firman Tuhan/kitab suci. Sekiranya mereka membaca kitab suci Gubernur Bali, Gubernur Jateng, dan ormas-ormas Islam tidak akan melarang kedatangan Timnas U-20 Israel ke Piala Dunia U-20 Indonesia. 

Sedikit saya ungkapkan sejarah Israel. Israel pernah mengungsi di Mesir karena kelaparan yang hebat di tanah Kanaan. Mereka berada di Mesir kurang lebih 450 tahun. Mereka dijajah dan diperbudak di Mesir. Kemudian mereka berdoa dan setelah itu Allah mendengar orang Israel mengerang karena perbudakan. Keluaran 2:23-25 "Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah.
Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 
Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka." Kemudian Allah mengutus nabi Musa untuk memimpin Bangsa Israel (kurang lebih 2 juta orang) menuju tanah Kanaan (tanah perjanjian). Ketika bangsa Israel tiba di tanah Kanaan (tanah perjanjian) mereka melihat tanah perjanjian sudah diduduki oleh bangsa Palestina (dulu namanya Filistin). Bangsa Israel merasa bahwa tanah yang diduduki Palestina adalah tanah perjanjian (milik Israel).

Mungkin saudara ingin tahu tentang Palestina, siapa sebenarnya Palestina itu?
Bangsa Palestina itu adalah orang-orang Arab yang hijrah ke tepi barat, Jalur Gaza itulah Palestina. Mereka menempati tanah milik Israel. Ketika itu Allah berfirman kepada bangsa Israel agar supaya semua orang Palestina yang menduduki tanah Kanaan supaya di tumpas habis. Namun, ketika itu orang Israel tidak tega untuk membunuh orang Palestina. Akhirnya saat mereka disuruh pergi dari tanah Kanaan mereka melakukan perlawanan sehingga perang Palestina dan Israel tidak berhenti sampai sekarang ini. 

Jadi jika ada orang mengatakan Israel menjajah Palestina itu adalah keliru. Yang benar adalah Palestina menduduki tanah Kanaan (milik Israel).

Demikian ulasan singkat saya. 

Sampai kapanpun Allah yang Mahakuasa selalu berpihak kepada bangsa Israel. Ingat tahun 1967, Israel dengan penduduk kurang lebih 5 juta orang berperang melawan negara Arab, Mesir, Yordania, dan Suriah. Karena Allah Israel menyertai orang Israel, peperangan hanya tujuh hari (Israel memenangkan peperangan). Allah beserta Israel. 

Kawan kawan harus menyadari sejarah ini, jika kita menolak fakta sejarah ini, sama saja kita menolak Firman Tuhan. 



Penulis : Eka P Blegur 


 







Postingan populer dari blog ini

Resolusi Konflik dalam perspektif Psikologi Lintas Budaya serta Kearifan Lokal sebagai Basis Komunikasi Pemerintah dalam Penyelesaian Konflik Sosial dan Komunal

Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran

Klaim Aliran Rasionalisme