Krisis Literasi Mahasiswa (Alor)

Tanpa dukungan budaya literasi yang memadai maka ilmu pengetahuan akan gagal diubah menjadi orang yang Kritis,kreativitas yang produktif. Sehingga akibatnya gagal mengoptimalkan potensi diri yang dimilikinya.
Narasi tanpa Literasi
Hasilnya Angin bawa kabar.
Otak Tanpa Literasi Ibarat Ruangan tanpa Lampu.

Katakanlah Krisis moral,Krisis karakter,Krisis berpikir, Krisis literasi.
Hal itu yang menjadi permasalahan yang dihadapi dan sedang terjadi dalam pergaulan dan kebiasaan generasi muda khususnya Kabupaten Alor sekarang.

Siapa yang bisa merubahnya? Tentu harus dimulai dari diri sendiri.
Tapi siapa yang bisa merubah krisis itu secara massif dan Progresif? Salah satu jawabannya adalah mahasiswa itu sendiri 

Karena mahasiswa menjadi penghubung, menjadi jembatan antara remaja, masyarakat umum, non akademisi, bahkan generasi tua. Mahasiswalah yang bisa memberikan perubahan dalam masyarakat, tidak hanya masyarakat nyata tapi juga masyarakat di dalam era digital atau di ruang ruang publik 

Tapi bagaimana jika mahasiswa itu sendiri yang mengalami atau yang berada di dalam krisis tersebut? Itulah yang terjadi sekarang menurut pandangan saya.

Berapa banyak mahasiswa yang minat bacanya tinggi?
Berapa banyak mahasiswa yang bagus literasinya?
Apa yang mereka baca? Apa yang mereka tonton?

Menurut saya, permasalahannya ada pada rendahnya minat baca mahasiswa sekarang, mungkin tidak semua tapi kebanyakan. Lalu berimbas kepada kurangnya berpikir kritis terhadap permasalahan yang terjadi sekarang.

Tumpulnya berpikir kritis akan membuat malasnya beropini, tidak kuat dalam beragumentasi bahkan lebih pada Sentimen, mental Budak, akhirnya hanya mengambil opini orang lain yang tanpa diuji terlebih dahulu sehingga sangat mudah untuk mengikutinya atau menjadi Budak dalam berpikir tanpa tahu kemana arah tujuan opini tersebut. Maka itu bisa berdampak tidak adanya karakter dalam diri mahasiswa sebagai akamedisi atau pemuda sebagai identitas

Pemuda yang tidak memiliki karakter dalam dirinya tentu akan sangat mudah dipengaruhi oleh berbagai input dari arah manapun, entah itu baik atau buruk, tapi sayangnya dewasa ini input yang diterima pemuda justru banyak yang buruk. Itulah yang menyebabkan terjadinya krisis moral dalam diri pemuda khususnya di Kabupaten Alor sekarang.

Tentu permasalahan dari pendapat saya di perlu dikaji lebih dalam lagi dengan metode keilmuan Kawan-kawan Seperjuangan.

Demikian pula sebagian Mahasiswa yang berorganisasi, Perlu  Reformulasi pengkaderan menjadi kunci yang penting untuk ditindaklanjuti dalam upaya penanganan krisis Literasi, Krisis Moral dan Krisis Berpikir dan problem kader Lainnya, Nah Disinilah letak kaderisasi dalam organisasi sebagai pengembangan organisasi dan penyemai organisasi. Perlu  Perubahan sistem pengkaderan merupakan suatu keniscayaan. Oleh karena itu perubahan sistem pengkaderan dalam organisasi untuk terus mengembangkan, menyesuaikan dan menyempurnakan pengkaderannya agar lebih cocok dengan dinamika perubahan zaman.

Krisis Literasi di Kalangan Mahasiswa, Kedepan mau jadi apa? 


Sehingga Bagi apa saja yang menjadi problem atau faktor Faktor krisis nya literasi khususnya di Kabupaten Alor ini salah satunya yaitu karena faktor kemajuan teknologi, yang dimana dengan kemajuan teknologi ini Mahasiswa dimanjakan dalam segala hal, mereka dapat mengakses segala sesuatu dengan mudah tanpa berusaha misalnya ketika diberikan tugas mereka langsung mengcopas tanpa melihat sumber referensinya dan bahkan ada juga yang tidak membacanya. Dengan problematika tersebut peran Mahasiswa sebagai agen of change dan agen of control belum bisa direalisasikan. Oleh sebab itu, kita sebagai mahasiswa / Pemuda  yang tersadarkan agar segera mengambil tindakan seperti menggiatkan diskusi² keilmuan seperti ini agar bisa cakap dalam literasi. 


Salam Literasi.



Postingan populer dari blog ini

Resolusi Konflik dalam perspektif Psikologi Lintas Budaya serta Kearifan Lokal sebagai Basis Komunikasi Pemerintah dalam Penyelesaian Konflik Sosial dan Komunal

Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran

Klaim Aliran Rasionalisme