Krisis Kepemimpinan





PEMIMPIN era milenial adalah yang terbuka. Pemimpin yang otoriter dan gampang marah atau tersinggung dikritik sudah bukan jamannya. Lagian gampang marah, gampang dendam, diskriminatif itu bukan watak Pemimpin. Itu adalah karakter infantil (kekanak-kanakan).

KETERBUKAAN adalah kunci kemajuan. Terbuka dengan keinginan dan kepentingan orang lain. Sehingga, ada masukan-masukan berupa Saran  dan kritikan yang memajukan, diterima. Tidak hanya ambisi untuk memaksakan kepentingan pribadi.

Jika kritikan salah, ditanggapi dengan cara menjelaskan. Maka, di sini fungsi edukasi (pendidikan, penyadaran). Tak usah takut dikerubungi banyak orang yang bertanya dan meminta. Pertanyaan dijawab, makanya harus menguasai segala sesuatu, harus banyak ilmu. Semakin memberikan wawasan, pengetahuan, memberikan pencerahan dan penyadaran. Itulah hakekatnya pemimpin!

Kalau ada permintaan? Ya kalau sanggup dipenuhi ya dipenuhi, kalau tdk ya bilang saja tdk bisa memenuhi. Dan lalu mendiskusikan bersama-sama bagaimana cara mencapai sesuatu. Mengajak, membina dan berjuang bersama, menunjukkan bagaimana caranya berjuang. Bersama dan membersamai kebersamaan.

Tidak meninggalkan massa. Tidak pula ditinggalkan massa. Massa berharap karena memang punya tujuan hingga puncak harapan. 

Jika massa sudah tidak berharap apa-apa pada pemimpin. Bahkan mereka tidak lagi mau berkomunikasi dengan pemimpin. Bahkan pemimpin sudah dicap tak bisa memimpin. Banyak yang bahkan mengatakan: " kira kira Ada atau tidak pemimpin,  sama saja laa!" 

Di sinilah terjadi "Krisis Kepemimpinan".

Krisis kepemimpinan adalah krisis sosial. Masyarakat mundur. Arah masyarakat tidak jelas. Krisis kepemimpinan yang terlalu lama menyebabkan masyarakat kian terbelakang. Akhirnya terjadi krisis sosial-budaya! 


Postingan populer dari blog ini

Resolusi Konflik dalam perspektif Psikologi Lintas Budaya serta Kearifan Lokal sebagai Basis Komunikasi Pemerintah dalam Penyelesaian Konflik Sosial dan Komunal

Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran

Klaim Aliran Rasionalisme