Ketika Imperialisme Menggugat Kemiskinan
**Kalabahi 2023**
Ketika Imprelisme menggugat kemiskinan nasionalisme memetik persatuan bangsa dan demokrasi merajuk dipanggung drama politik.
Ekonomi menjadi dasar kebutuhan hidup lembaga telah mengkreditkan amunisi perjuangan dan asas telah menjadi payung untuk melindungi rakyat
Retorika yang telah bersuara di meja rakyat dan intonasi kemiskinan merajut dipikiran bersamaan dengan angan angan Kau adalah nasionalis yang tau akan penderitaan rakyat, Namun diammu membisu mencari kelonggaran untuk mencuri.
Rakyatmu telah sengsara dalam perjalanan hidupnya namun kau tetap tersenyum dengan praktis idialisme yang membuatmu tumbuh dengan dewasa telah kau gadaikan dengan intuisi yang kau miliki, Hinga rakyat kecilmu terbunuh dengan penindasan kebutuhannya.
Telah lahir generasi yang memiliki kecakapan intelektual yang matang untuk menjawa kekeliruanmu yang sudah fatal adanya, semangat yang dihasilkan pendidikan telah mengantarka suara untuk kau telaah sebagai kesalahanmu.
Dunia jalanan sebagai istana demokrasi kini telah menjadi panggung sandiwara para penjilat kebijakan, dengan idealisme yang mengatas namakan rakyat, kau junjung dengan kebohongan yang terstruktur.
Rakyat menyaksikan jutaan syair yang bersuara dari mulutmu, ketika pedang organisasimu kau jadikan alat untuk membunuh rakyat, takkala nasionalisme yang menggikat persatuan bangsa, kini telah hancur ketika kekuasaan jiwa menguasai pikiran.
Prasangka Pancasila telah menjadi sarang pencurian idealisme.