Kader Vs Organisasi

Kalabahi 2023

Saya menyimak Organisasi saat ini Selayaknya orang yang berumur senja, organisasi sudah mengalami banyak sekali dinamika yang dialami dalam perjalanan hidupnya. Dan selayaknya orang yang berumur senja juga, organisasi ini hanya berkutat dengan pemikiran kerdil dan usang sekalipun menyandang nama "Mahasiswa" didalamnya. 

Terlalu banyak Manusia di organisasi ini yang terlalu sibuk ingin mencari panggilan "tum" "Sek" Ben "Kabid"  "Sekbid" dsb. Terlalu banyak pula yang sibuk dengan urusan "putar Kopi ,beli roko dlo" terlalu Sering pula dibanding bandingkan Pengurus Lalu dan sekarang,  Asal mengurus pola pengkaderan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Maka wajar juga  Organisasi yang baru berumur kanak kanak  kini tidak banyak dilirik mahasiswa  asal Daerahnya saat ini dan lebih banyak yg cenderung skeptis karena saat ini mahasiswa pun bisa menakar seberapa dibinanya mereka jika mereka masuk di organisasi tersebut,  Ditambah  sedikit pula kampus yang menghambat kehadiran organisasi eksternal untuk masuk ke kampus. Apakah organisasi yang baru berumur kanak kanak  saat ini masih merasa layak dan tidak malu mengkaderkan mahasiswa dengan keadaan organisasinya saat ini?

Paksa  berlaga Di tiap Diskursus Organisasi, tapi entah kemana sasaran Diskursus nya, kalau pengurusnya maupun mantan pengurus saja terjerumus dalam Politik Praktis, paksa  berlaga mengaku paling tau segala dinamika organisasi tapi duduk bersama saja tidak mau. Memang benar Popularitas Serta Kedekatan Antar Pejabat enak rasanya, akan ada masanya orang hanya ingin mendengarkan yang menyenangkan telinga mereka saja dan bagi organisasi masa itu adalah saat ini.

Ah,tapi siapalah saya. Hanya kader yg berproses kemudian Hilang karena di anggap Kalah, yg bahkan pendapat saya untuk dilirikpun oleh para ketua disana rasanya terlalu jijik untuk mereka dengarkan. Betul kan? Hehehe


Postingan populer dari blog ini

Resolusi Konflik dalam perspektif Psikologi Lintas Budaya serta Kearifan Lokal sebagai Basis Komunikasi Pemerintah dalam Penyelesaian Konflik Sosial dan Komunal

Klaim Aliran Empirisme dalam Proses Memperoleh Kebenaran

Klaim Aliran Rasionalisme