APAKAH POLITIK ITU KOTOR ?
APAKAH POLITIK ITU KOTOR?
Lalu lalang duduk ngumpul berita yang bernuansa politik sudah menjadi konsumsi bagi kita akhir-akhir ini. Entah itu mencerdaskan ataupun membodohi, mendikte atau didikte tergantung kita menganalisanya, singkatnya informasi yang disampaikan mesti ditelaah, demikian perintah yang kita pahami sebagai Kehangatan dalam percakapan Sehari-hari
Satu yang unik, seakan tidak ada yang benar, bahwa informasi yang disajikan itu sesuai selera penyampainya, maksud yang ingin saya katakan itu, seperti dinamisnya perhelatan politik, yang nyaris tak mengenal lawan abadi, keberpihakan kita kepada siapa harus jelas standarnya.
Mempertajam keunikannya itu, barangkali sudah tidak menjadi hal baru bagi kita, kata pragmatis seakan mendapat posisi hari-hari ini, entah itu bahaya atau sangat buruk namun barangkali kita sepakat pragmatis itu hampir menggrogoti esensi dari ideologi.
Eskalasi politik seakan menguasai hampir seluruh aspek kehidupan, baik itu ekonomi dan segala sub babnya, pendidikan, bahkan dalam persoalan agamapun sebaginnya disentuh oleh politik. Pada posisi ini apakah pemuda harus dalam posisi apatis.
Mungkin tidak terlalu tergesa-gesa, bahwa tangan pemuda harus dilumuri oleh mainan politik tersebut, dengan pegangan keyakinan dan ideologi yang selalu diasah membersihkan hal yang kita pahami "kotor" dalam politik adalah ujiannya.
Lebih jauh bahkan, apa yang kita fikirkan itu mesti jangan berdiam di alam hampa, sebuah keharusan untuk dilaksanakan dalam tindakan kongkrit, dalam hal ini politik adalah yang kita namakan sebagai sebuah jalurnya.
Namun tentu, politik yang saya maksud berbeda dengan pemilu yang mashur dipahami.
Pemuda tidak harus berdiam diri, bergerak Tampa arti, mesti melakukan berbagai hal yang memungkinkan berdampak baik bagi kehidupan, mempertajam analisa yang berdasarkan standar-stadndar (dalam hal ini keyakinan dan ideologi). Sehingga jelas posisi pemuda dalam politik sangat menentukan dari hal apa yang dia perbuat.
Bagi saya Kaum Terpelajar Pemuda dan Mahasiswa Harus Ada Kemauan Memiliki Bangsa dan Bernegara
Posisi Pemuda Hari Ini yang akan Memimpin Masa Depan,karena Indonesia akan memasuki di mana usia Produktif akan meningkat pada tahun mendatang.
Juga Sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi lembaga politik untuk menyelenggarakan Pendidikan Politik untuk mencapai aktualisasi diri dari individu dalam kedudukannya sebagai warga negara.
Pendidikan politik merupakan kewajiban seluruh komponen. Terutama lembaga politik seperti partai politik dan dalam hal ini tentunya kampus karena ada pendidikan politik juga,
Sebab pendidikan politik harus diartikan bahwa, masyarakat secara umum termasuk anak-anak pelajar, mahasiswa harus terbangun kemauan-kemauan politik untuk lebih memiliki bangsa dan negara (Indonesia)
Di masyarakat sendiri ada yang apatis dan bergerak terkait politik. Sehingga diharapkan mahasiswa khususnya tidak apatis terhadap politik. Karena ada mahasiswa yang hanya foya-foya, sehingga disamping belajar menuntun ilmu peran mahasiswa harus ada kemauan memiliki dan perhatian terhadap bangsa dan negara ini bagaimana bisa maju dan makmur
Pemuda Hari Ini Pemimpin Masa Depan, sehingga selain ada keterlibatan dari lembaga pendidikan politik
Kita mw agar supaya Nantinya ke depan terdapat partai politik untuk perhatian bagaimana anak-anak pelajar ini mengetahui terkait politik sebagai jalan menjadi sosok pemimpin untuk bisa membangun daerah dan negaranya kelak nanti.
Partai politik harus lebih perhatian dalam pendidikan politik. Karena mereka memiliki peranan penting dalam proses politik. Bahkan dalam tatanan kenegaraan partai politik memiliki peranan penting dalam pengelolaan kekuasaan
Hingga saya berharap, melalui pendidikan politik oleh partai politik maupun seluruh lapisan elemen yang bergerak di bidang politik ini selain menciptakan rasa ingin memiliki dan perhatian terhadap bangsa dan negara juga menghilangkan stigma negatif terkait makna dari Politik tersebut melalui pendidikan politik di kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
Misalnya tidak ada istilah politik itu kotor, melainkan politik itu dalam artian yang benar yaitu bagaimana kita memperoleh, bagiamana kita mengelola dan bagaimana mengawasi kekuasaan itulah yang kemudian disebut pendidikan politik
Saya rasa ini yang akan memberikan manfaat bukan hanya wawasan makna Politik itu sendiri melainkan juga dapat membangkitkan rasa nasionalisme.